Selasa, 13 November 2018

Tutorial

"Bagaimana cara mengedit foto agar tampak seperti fotografer terkenal"
Itu adalah sebuah pertanyaan yang mendominasi forum editing. 
Ada fotografer tertentu yang memiliki gaya khas dan unik yang ingin ditiru oleh yang lainnya. Ini adalah semua jenis yang masuk ke dalam siklus khas—pilihan subyek, pendekatan pengambilan gambar, peralatan—dan kumpulan dari pilihan-pilihan kecil yang pada dasarnya unik bagi setiap fotografer dan situasi mereka. Namun ada satu hal yang bisa ditiru, yaitu cara fotografer favoritmu menyesuaikan warna dan kontras dalam paska produksi. 
Di dalam tutorial ini, kita akan menguraikan kendali dalam penyesuaian warna di Adobe Lightroom. Kamu akan belajar cara menggunakan panel HSL / Color untuk menyesuaikan warna pada gambarmu. Fotografer akan sering berpindah-pindah hue, atau menurunkan saturasi warna tertentu untuk memperoleh efek visual yang unik.
Custom Color Example a portrait of a woman outdoorsGambar pada portofolio saya ini memuat penyesuaian warna custom. Dedaunan di belakang subyek diubah dari warna hijau menjadi hijau kekuningan yang hangat untuk efek jenis musim panas. Sebagai tambahan, warna biru diturunkan saturasinya untuk mengarahkan pandangan pada langit dan pakaian subyek.

Sebelum kita memasuki warna, mari saya ulangi: gaya bukanlah hanya paska produksi; itu lebih terkait pada bagaimana gambar diambil. Meniru efek seperti Depth of Field yang sempit dan backlighting dalam paska produksi biasanya merupakan pengganti yang tidak meyakinkan untuk peralatan, subyek, dan teknik yang bagus. Namun, penyesuaian warna bisa membantu membuat gaya khas dirimu.
Sebelum kita menyelami Adobe Lightroom, penting untuk mengerti warna. Ketika kita membicarakan istilah visual seperti hue, saturation, dan luminance, terkadang sulit untuk memahami bagaimana mereka mempengaruhi warna. Mari kita jabarkan dengan beberapa contoh.
Istilah hue dan warna seringkali digunakan secara bergantian. Saya benar-benar menyukai definisi sederhana hue dari Color Wheel Artists, sebagai "salah satu dari dua belas warna pada roda campuran."
Dalam Lightroom, saya memikirkan kemampuan untuk menyesuaikan hue sebagai pergantian warna. Kamu bisa memindahkan warna biru menjadi violet atau merah menjadi spektrum oranye.

Hue Shifting Example
Gambar ini disesuaikan dalam Lightroom dengan menggunakan slider hue. Saya mengganti warna hijau menjadi kuning dan kuning berubah menjadi oranye untuk efek yang lebih hangat dan bergaya musim gugur.
Saturation menjelaskan intensitas sebuah warna di dalam sebuah gambar. Secara teknis, itu adalah seberapa banyak abu-abu yang dicampurkan ke dalam nilai warna tertentu. Semakin banyak abu-abunya, semakin hening saturasi tersebut.
Pikirkan saturation sebagai knob volume untuk warna. Dengan menaikkan saturasi sebuah warna akan membuatnya semakin tampak jelas. Ketika kita mengurangi sepenuhnya saturasi sebuah warna, itu dihilangkan dari sebuah gambar. Sebaliknya, dengan menaikkan saturasi akan menekankan sebuah warna.
Blue saturation sliderGambar ini dibagi menjadi tiga bagian. Pada sepertiga bagian kiri, saya menurunkan saturasi biru secara total. Di tengah, saya membiarkan warna biru pada pengaturan saturation default. Sepertiga sebelah kanan memiliki kenaikan saturasi biru sebesar +100. Perhatikan perbedaan dalam dominasi warna biru.
Luminance menjelaskan kecerahan warna tertentu di dalam sebuah gambar, atau seberapa banyak hitam dalam sebuah warna. Menurunkan luminance sebuah warna akan menggelapkan semua bagian gambar yang mengandung warna tersebut (menambahkan lebih banyak hitam). Jika kamu meningkatkan luminance, itu akan menaikkan kecerahan warna tersebut di sepanjang gambar.
Penyesuaian luminance yang umum adalah penyesuaian dedaunan (biasanya rumput) atau langit (biru) di dalam sebuah gambar.
Luminance ExampleDi dalam dua contoh berikut, saya mengubah luminance warna biru. Gambar di sebelah kiri memiliki luminance yang diturunkan, dan buktinya ada dalam dedaunan.
Ada dua cara untuk menyesuaikan warna dalam Adobe Lightroom. Panel HSL dan Color pada dasarnya adalah dua model untuk berkerja dengan pengaturan yang sama. Kamu akan menemukan panel ini di dalam modul Develop pada aplikasi di sisi kanan persis di bawah Tone Curve.
Panel ini berlabel HSL / Color / B&W. Di dalam tutorial ini, kita akan fokus pada pengaturan HSL dan Color. Kamu bisa berkerja di mode HSL atau Color dengan mengklik pada label di atas panel.
Di dalam mode HSL, slider dibagi berdasarkan Hue, Saturation dan Luminance. Ketika dalam mode HSL, slider dikelompokkan berdasarkan Hue, Saturation dan Luminance. 
HSL and Color SlidersSHL dan Color merupakan dua cara berkerja dengan pengaturan yang sama.
Di dalam mode Color, slider dikelompokkan berdasarkan warna. Tiap warna memiliki slider hue, saturation, dan luminance. Itu hanyalah dua metode untuk berkerja dengan warna. Sementara saat mengikuti tutorial ini, kamu bisa menggunakan mode HSL atau Color. 

Tutorial

Tutorial Editing Foto Tone Salju dengan Aplikasi Lightroom



Hay guys. Selamat membaca dengan baik di artikel ini. Soalnya menurut saya kebanyakan orang itu malas membaca. Padahal membaca itu penting. Dapat menambah wawasan dan ilmu saat kita membaca. Ok kali ini kita akan belajar edit foto dengan menambahkan tone salju di lightroom. Dari pada hp kalian ga kepake. Kasian kan hp bagus-bagus cuma di anggurin. Lebih baik gunain untuk belajar editing foto. 

Langsung saja ke tutorialnya ya tanpa banyak basa-basi lagi.

Pertama kita buka aplikasi lightroom yang akan kita gunakan. Dan kalian akan di bawa ke tampilan seperti ini.


  • Langkah selanjutnya import foto yang akan di edit, pilih tols add foto di samping tols camera
  • Piloh fotonya
  • Setalah di import. Klik all photos
  • Pilih foto yang telah kita import
Dan kita akan di bawa ke tampilan utama atau dastbor utama dari si lightroom ini. Langkah selanjutnya atur tone dengan rumus yang sudah saya bocorin di bawah 👇👇


Ok guys selamat belajar. Terima kasih sudah mampir. 

Senin, 12 November 2018

Kamera



Kamera adalah alat paling populer dalam aktivitas fotografi. Nama ini didapat dari camera obscura, bahasa latin untuk "ruang gelap", mekanisme awal untuk memproyeksikan tampilan di mana suatu ruangan berfungsi seperti cara kerja kamera fotografis yang modern, kecuali tidak ada cara pada waktu itu untuk mencatat tampilan gambarnya selain secara manual mengikuti jejaknya. Dalam dunia fotografi, kamera merupakan suatu peranti untuk membentuk dan merekam suatu bayangan potret pada lembaran film. Pada kamera televisi, sistem lensa membentuk gambar pada sebuah lempeng yang peka cahaya. Lempeng ini akan memancarkan elektron ke lempeng sasaran bila terkena cahaya. Selanjutnya, pancaran elektron itu diperlakukan secara elektonik. Dikenal banyak jenis kamera potret.     Sebelum kita menggunakan kamera alangkah baiknya kita tahu terlebih dahulu tombol - tombol yang terdapat di kamera. Disini saya menampilkan kamera DSLR, walaupun kamera DLSR banyak merknya tetapi tombol dan fungsinya masih sama hanya berbeda tempat dan namanya saja, berikut bagian - bagian kamera beserta fungsinya :
1. Lensa adalah bagian pokok dari kamera yang bekerja sama denga body kamera. Fungsi lensa sendiri yaitu sebagai pemantul objek yang akan di bidik.2. Grip yaitu bagian kamera yang menonjol di sebelah kanan dan berfungsi untuk pegangan kamera.3. Tombol Lensa fungsinya adalah untuk melepaskan lensa pada kamera4. Tombol Stabilizer yang Berfungsi untuk mestabilkan getaran oleh tangan saat memotret yang membuat hasil foto tidak maksimal.5. Tombol Shutter Berfungsi untuk mengambil sebuah gambar.6. Tombol Flash Tombol ini digunakan untuk menyalakan flash pada kamera Digital SLR.7. Dial Berfungsi sebagai pengatur kecepatan rana (shutter speed)8. Tombol Display Berfungsi untuk menampilkan gambar yang kita jepret.9. Thumb-Wheel Tombol ini merupakan tombol modus pemotretan10. Built in Flash Light Fungsi dari Lampu Flash internal ini hanya untuk memberikan penerangan 1 arah11. Anti Red Eye Fungsi tombol tersebut sebagai penangkal untuk menghindari mata kelihatan merah pada saat menggunakan Flash llight (Lampu Flash)12. Finder adalah Jendela bidik yang digunakan untuk melihat objek saat memotret13. Layar LCD berfungsi untuk menampilkan keterangan settingan kamera, untuk melihat hasil foto, sebagai layar bidik untuk melihat objek yang akan difoto (lifeview).14. Tombol Navigasi berfungsi untuk membantu mengendalikan program dalam kamera dan menggeser pilihan pada menu di kamera15. Tombol AV berfungsi untuk mengatur bukaan diafragma atau aperture16. Tombol Fn/Q berfungsi untuk mengubah atau mengalihkan fungsi pada tombol navigasi di atas ke fungsi shortcut17. Tombol Zoom berfungsi untuk memperbesar hasil foto dan juga untuk memperdekat jarak objek ketika mengaktifkan mode lifeview saat memotret18. Tombol Lifeview berfungsi untuk mengganti atau mengalihkan layar bidik dari viewfinder ke lifeview yang tampil pada layar LCD.19. Tombol Menu untuk menuju menu pengaturan, sedangkan tombol info untuk mengetahui informasi data termasuk informasi foto.20. Tombol Preview berfungsi untuk melihat hasil foto pada layar LCD kamera.21. Tombol Delete berfungsi untuk menghapus foto dan data lainnya di dalam kamera.

Otomotif

Apa itu Drag Race ??? Drag Race atau juga dikenal dengan balapan trek lurus, dimana dua  pembalap  start di belakang sebuah garis start secara bersamaan dengan tanda start berupa lampu, Setelah lampu start menyala dua pembalap memacu motornya melewati dua lintasan  balap  (DragStrip) yang biasa panjangnya ¼ mil atau 402,3 meter (1.320 kaki) , dimana waktu tempuh mereka di catat dan di hitung, Pembalap dengan catatan waktu paling  cepat melewati garis finish adalah pemenangnya.
Gambar terkait
saat ini Drag Race banyak digemari di kalangan pecinta balap motor, khususnya para pemuda yang doyan nge-geber motor nya sampai memacu adrenaline mereka , menurut salah seorang joki balapan motor drag di kawasan bandung selatan, ramainya penggila balap Motor Drag di kota bandung berawal dari hobby mereka menggeber motor di jalan raya atau yang nge trend disebut balapan liar, tapi biasanya balapan liar selalu dikaitkan dengan hal-hal Negatif karena anak-anak penggila balap liar biasa menggeber motor nya saat malam hari yang membuat warga sekitar jalan raya yang dipake trek balapan terganggu karena suara bising knalpot motor balap, selain itu pengguna jalan pun ikut terganggu dikarenakan para pembalap sering memblokir jalan yang dipake trek balapan dan di tambah lagi maraknya aktivitas Gangster yang berkeliaran di malam hari sering dikaitkan dengan balapan liar,  mungkin karena alasan itulah banyak orang menganggap balapan liar adalah hal yang Negatif .

karena resiko balapan liar di jalan raya sangat besar, selain bisa mencelakakan diri mereka sendiri mencelakakan pengguna jalan, ditambah lagi sering di Obrak Abrik Pak Polisi... hehehe.., apalagi kalo sampe ketangkep, motor ditahan sampe waktu yang cukup lama dengan uang tebusan yang mahal pula, maka alasan itulah yang paling membuat para pembalap liar kapok buat aksi balapan liar di jalan raya lagi.

tapi weits..jangan pikir para penggila balapan liar berhenti karena hal itu, sekarang banyak para pembalap liar menyalurkan Hobby balapan mereka dengan hal yang Positif, yaitu dengan balapan di trek khusus Drag Race (DragStrip), apalagi sekarang sudah banyak tempat yang dijadikan Trek Khusus Drag Race (DragStrip), karena lahan yang dijadikan Trek khusus drag Race (DragStrip) dianggap menguntungkan untuk Pengelolanya, para penggila balap tidak perlu keluar tengah malam untuk balapan, mereka cukup datang ke tempat Trek Khusus Drag Race sesuai jadwal latihan balapan Drag di Trek itu, di tambah lagi dengan seringnya diadakan Event/kompetisi Drag Race oleh pengelola trek atau sponsor pabrikan motor, menambah minat para penggila balap motor trek lurus ini untuk menyalurkan Hobby balapan mereka di Trek Khusus Drag Race(DragStrip).

selain dianggap Positif dan lebih Kompetitif, balapan di Trek Khusus Drag Race (DragStrip) lebih sedikit resikonya, resiko kecelakaan bisa dikurangi karena para pengelola nya mewajibkan para Joki balap menggunakan safety wear, seperti Helm, jaket, celana panjang, sepatu plus wajib pake sarung tangan, mereka bisa meng geber motor sepuasnya, tanpa takut ditangkep Pak Polisi...hehehe...

Sabtu, 10 November 2018

KOPI



















 Hasil gambar untuk secangkir kopi

 Dunia perkopian berkembang dengan pesatnya akhir-akhir ini. Mereka yang mulanya hanya sekedar menikmati kopi instan dan (paling-paling) kopi tubruk di rumah kini telah beranjak ke kedai kopi dan menikmati aneka kopi dari mesin espresso. Kabar baiknya banyak penikmat kopi pemula yang menikmati kopi dengan level lebih tinggi.

 


Kopi Memiliki Beragam Rasa

Well, ‘beragam rasa’ yang dimaksud di sini adalah after taste. After taste adalah flavour atau rasa yang tertinggal di mulut pada saat meneguk kopi. Mungkin kamu belum tahu kalau kopi mampu memberikan aneka after taste pada saat diminum. Tak semua kopi memiliki karakteristik sama terutama saat dinikmati melalui metode manual brewing. Ada kopi yang after taste-nya nutty, cocoa atau justru karamel. Ada juga yang after taste-nya jeruk atau bisa juga stroberi. Kenapa bisa demikian? Itu tergantung kontur tanah dan di mana kopi itu berasal dan di mana kopi itu ditanam. Kopi adalah tanaman unik yang ternyata juga bisa menyerap ‘rasa’ dari tanaman yang ada di dekatnya. Keunikannya ini menjadikan kopi istimewa. Kini banyak para ahli kopi yang mencari kopi-kopi unik

Kopi memiliki perjalanan panjang sebelum kita nikmati. Awalnya kopi ditanam oleh petani. Saat panen petani memetik cherry kopi (buah kopi) dan memisahkan bijinya dari buahnya. Ada beberapa proses yang dilakukan dalam tahap ini ada wet process, honey process dan lain-lain. Setelah biji kopi dan buahnya terpisah maka biji kopi yang mentah harus dijemur beberapa waktu sampai kadar airnya berada di tingkat yang telah ditentukan. Setelah itu green bean atau biji kopi hijau ini dijual ke roaster (penyangrai kopi) atau perusahaan yang mengolah sendiri biji hijau mereka.

Green bean siap disangrai (roasting) sesuai keinginan atau karakteristik bijinya oleh roaster. Tidak semua biji mampu disangrai medium atau dark karena setiap biji memiliki karakteristik masing-masing. Setelah disangrai maka biji kopi tersebut siap diolah barista menjadi minuman. Tetapi sebelumnya harus digiling dahulu sesuai permintaan. Setelah digiling bubuk kopi siap dinikmati menjadi aneka minuman nikmat.

di seluruh dunia untuk menemukan after taste-nya.

7 Snazzy light room

7 Snazzy Lightroom Before and After Comparison Examples You’d be surprised how much creative editing you can do in Lightroom. Many...